Daftar Situs Togel Online terpercaya

Kumpulan situs togel online terpercaya , Live draw Togel

BANDAR TOGEL ONLINE TERPERCAYA


SELAMAT DATANG DI KOMUNITAS PECINTA TOGEL ONLINE

Di Website Angkatoto.net ini, Semua pecinta Togel online dapat saling berbagi untuk informasi Bandar Online, Informasi Promo dan juga bersama sama mencari solusi untuk melakukan Betting Online di Bandar yang terpercaya. Semuanya bebas saling berbagi

Setiap Informasi yang dibagikan akan menjadi masukkan yang bermanfaat bagi Pemain pemain lainnya. Situs Angkatoto.net ini dibuka 24 jam dan dipantau oleh Moderator yang Netral.

"CONTACT US BBM : D8B9F786
alterntif text
" BANDAR TERPERCAYA "
alterntif text
alterntif text
"BANDAR TERBESAR"
alterntif text
alterntif text
"BANDAR AMAN DAN TERPERCAYA "
alterntif text
alterntif text

 

Pos-pos Terbaru

MAMA DAN TANTEKU YG BINAL

 

Namaku DODO, 32 tahun. Saat ini aku tinggal di Bandung. Banyak yang bilang aku ganteng. Kisah yang akan aku tulis ini ialah kisah nyata dari pengalaman ngentot aku dengan mama dan bude aku.

Cerita ini dimulai ketika aku berumur 20 tahun. Saat itu bude  datang dan bermalam selama beberapa hari di rumah karena suaminya lagi  keluar kota.

Dia merasa sepi dan takut tinggal di rumahnya sendirian. bude DESI berumur 28 tahun. Penampilannya biasa saja. Tinggi badan 160 cm. Ramping. Tapi aku suka bodynya. Buah dada 36B, dan pantatnya besar bulat.

Aku suka lihat bude  kalau telah menggunakan celana panjang ketat sehingga pantatnya sangat membentuk, mteriaksang. bude ialah adik kandung Papa aku.

Waktu itu  aku tidak masuk kusarih. Aku diam di rumah bersama mama dan bude Dessi. Pagi itu, jam 10, saya lihat mama baru selesai mandi. Mama keluar dheri kamar mandi menggunakan handuk menutupi dada dan setengah pacuma yang putih mulus. Mama berumur 31 tahun. Sangat mengnafsukan.

Saat itu gak tahu secara tidak sengaja aku melihat mama membetulkan lilitan handuknya sebelum masuk kamar. Terlihat toket mama walau gak begitu besar tapi masih bagus bentuknya.

Yang terutama jadi perhatian aku ialah memek mama yang dihiasi bulu hitam gak begitu lebat berbentuk segitiga rapi. Mungkin karena mama rajin mengasuhnya.

Mama sepertinya tidak sadar kalau aku lagi melihatnya. Mama langsung masuk kamar. Hati berdebar dan terbayang terus pemandangan tubuh mama tadi.

Aku dekati pintu, lalu aku intip dari lubang kunci. Terlihat mama lagi membuka lilitan handuknya lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut. Terlihat tubuh mama sangat mengnafsukan. Terutama memek mama yang aku fokuskan.

Secara otomatis tangan aku meraba kontol dari luar celana, lalu meremasnya slow-slow sambil menikmati keindahan tubuh mteriaksang mama. Karena telah tak tahan lagi, aku segera ke kamar mandi dan onani sambil berimajinasi menyetubuhi mama. Sampai akhirnya.. Crot! Crot! Crot! Aku klimak.

Sore harinya, waktu aku lagi tiduran sambil membaca majalah, tiba-tiba terdengar suara mama memanggil aku.

“DO..!” panggil mama.

“Ya, Ma…” sahut aku sambil bergegas ke kamar mama.

“Ada apa, Ma?” tanya aku.

“Pijitin badan mama, do. Pegal rasanya…” kata mama sambil tengkurap.

“Iya, Ma…” jawab aku.

Waktu itu mama menggunakan daster. Aku mulai memijit kaki mama dan betis. Terus sampai naik ke paha. Mama tetap diam merasakan pijitan aku.

Karena daster mama agak mengganggu pijitan, maka aku bertanya pada mama, “Ma, dasternya naikin ya? mengganggu nih…” tanya aku.

“Emang kamu mau mijitan apa aja, do?” tanya mama.

“Seluruh badan mama,” jawab aku.

“Ya telah, mama buka baju saja,” kata mama sambil bangun, lalu melepas dasternya tanpa ragu.

“Ayo lanjutkan, do!” kata mama sambil kembali tengkurap. Darah aku berdesir melihat mama setengah telanjang di depan mata.

“Mama tidak malu buka baju depan dodo?” tanya aku.

“Malu kenapa? Kan anak kandung mama.. Biasa sajalah,” jawab mama sambil memejamkan mata.

Aku berdebar. Tanganku mulai memijit paha mama. Sebetulnya bukan memijit, istilah yang tepat ialah mengusap agak keras.

Aku nikmati usapan tangan aku di paha mama sambil mata terus memandangi pantat mama yang menggunakan celana dalam merah. Setelah selesai “memijit” paha, karena masih ragu, aku tidak memijit pantat mama, tapi langsung naik memijit pinggang mama.

“Kok dilewat sih, Do?” protes mama sambil menggoyangkan pantatnya.

“Mm.. Do takut mama marah…” jawab aku.

“Marah kenapa? Kamu kan emang mama minta mijitin.. Ayo teruskan!” pinta mama.

Karena telah memperoleh angin, aku mulai meraba dan agak meremas pantat mama dari luar celana dalamnya. Nyaman rasanya memijit dan meremas pantat mama yang bulat dan padat. Kontol aku telah mulai makin keras. Mama tetap terpejam menikmati pijitan aku.

Karena birahi aku telah naik, aku sengaja memasukkan tangan aku ke celana dalam mama dan terus meremasnya. Mama tetap diam. Aku makin berani.

jari tengah aku mulai menyusuri belahan pantat mama sampai ke belahan memek mama. jari aku diam disana. Aku takut mama marah. Tapi mama tetap diam sambil memejamkan mata. Aku mulai menggerakan jari tengah aku di belahan memek mama. Mama tetap diam.

Terasa memek mama mulai basah. Dan aku tahu kalau mama agak menggoyang-goyangkan pantatnya, mungkin mama merasa enak menikmati jari aku di belahan memeknya. Itu perkiraan aku.

Karena telah basah, aku nekad masukkan jari aku ke lubang memek mama. Mama tetap memejamkan mata, tapi pantatnya mulai berputar agak cepat.

“Do, kamu ngapain?” tanya mama sambil membalikkan badannya. Aku kaget dan takut mama marah.

“Maaf, Ma…” kataku tertunduk tidak berani memandang mata mama.

“Do tidak tahan membatalkan birahi…” kataku lagi.

“Nafsu apa?” kata mama dengan nada lembut.

“Sini berbaring dekat mama,” kata mama sambil menggeserkan badannya. Aku diam tidak mengerti.

“Sini berbaring Roy,” ujar mama lagi.

“Tutup dulu pintu kamar,” kata mama.

“Ya, Ma…” kataku sambil berdiri dan segera menutup pintu. Kemudian aku berbaring di samping mama.

Mama menatapku sambil mengelus rambut aku.

“Kenapa berbirahi dengan mama, Roy,” tanya mama lembut.

“Mama marahkah?” tanya aku.

“Mama tidak marah, do.. Jawablah jujur,” ujar mama.

“Melihat tubuh mama, dodo tidak tahu kenapa jadi pengen, Ma…” kataku. Mama tersenyum.

“Berarti anak mama telah mulai dewasa,” kata mama.

“Kamu benar-benar mau akung?” tanya mama.

“Maksud mama?” tanya aku.

“Dua jam lagi Papa kamu balik…” cuma itu yang keluar dari mulut mama sambil tangannya meraba kontol aku dari luar celana.

Aku kaget sekaligus bahagia. Mama mencium bibir aku, dan akupun segera membalasnya. Kami saling mencium mesra sambil tangan kami saling meraba dan meremas.

“Buka baju kamu, Roy,” kata mama. Aku menurut, dan segera melepas baju dan celana.

Mama juga melepas BH dan celana dalamnya. Mama duduk di tepi tempat tidur, sedangkan aku tetap berdiri.

“Kontol kamu besar, Do…” kata mama sambil meraih kontol aku dan meremas serta mengocoknya. Enak rasanya.

“Kamu udah pernah maen dengan perempuan tidak, akung?” tanya mama.

Sambil menikmati enaknya dikocok kontol aku menjawab, “Belum pernah, Ma.. Mmhh..”. Mama tersenyum, gak tahu apa artinya.

Lalu mama menherik pantat aku hingga kontol aku hampir mengenai wajahnya. Lalu mama mulai menjilati kontol aku mulai dari kontol sampai ke kepalanya.

Rasanya sangat nikmat. Lebih nikmat lagi ketika mama memasukkan kontolku ke mulutnya. jilatan dan permainan lidah mama sangat pandai.

Tanganku dengan keras memegang dan meremas rambut mama dengan keras karena merasakan kepuasan yang amat sangat. Tiba-tiba mama menghentikan hjilatannya, tapi tangannya tetap mengocok kontolku perlahan.

“Enak akung?” tanya mama sambil menengadah menatapku.

“Iya, Ma.. Enak sekali,” jawabku dengan suara tertahan.

“Sini akung. Kontolmu udah besar dan tegang. Sekarang cepat masukkan…” ujar mama sambil menherik tanganku.

Mama lalu telentang di tempat tidur sambil membuka lebar pacuma. Tanpa ragu aku naiki tubuh mama. Aku arahkan kontolku ke lubang memeknya. Tangan mama membimbing kontolku ke lubang memeknya.

“Ayo, Do.. Masukkan…” ujar mama sambil terus memandang wajahku.

Aku tekan kontolku. Lalu terasa kepala kontolku memasuki lubang yang basah, licin dan hangat. Lalu kontolku terasa memasuki sesuatu yang menjepit, yang gak tahu bagaimana aku menjelaskan rasa nikmatnya.. Secara perlahan aku keluar masukkan kontolku di memek mama. Aku cium bibir mama. Mamapun membalas ciuman aku sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi goyangan aku.

“Enak, Do ?” tanya mama.

“Sangat enak, Ma…” jawabku sambil terus menyetubuhi mama. Setelah beberapa menit, aku hentikan gerakan kontol aku.

“Kenapa mama mau melakukan ini dengan dodo?” tanyaku. Sambil tersenyum, mata mama terlihat berkaca-kaca.

“Karena mama akung kamu, Roy…” jawab mama.

“Sangat akung…” lanjutnya.

“Lagipula detik ini mama memang lagi gila ingin bersetubuh…” lanjutnya lagi.

Aku terdiam. Tak berapa lama aku kembali menggerakan kontol aku menyetubuhi mama.

“Dodo juga sangat akung mama…” ujarku.

“Ohh..Do. Enakk.. Mmhh…” desah mama ketika aku menyetubuhinya makin keras.

“Mama mau keluar…” desah mama lagi.

Tak lama kurasakan tubuh mama menggelinjang lalu mendekap aku erat-erat. Goyangan pinggul mama makin keras. Lalu..

“Ohh.. Enak akungg…” desah mama lagi ketika dia mencapai klimak.

Aku terus menggenjot kontolku. Lama-lama kurasakan ada dorongan kuat yang akan keluar dari kontol aku. Rasanya sangat kuat. Aku makin keras menggenjot tubuh mama..

“Ma, Do gak tahann…” ujarku sambil mendekap tubuh mama lalu menekan kontolku lebih dalam ke memek mama.

“Keluarin akung…” ujar mama sambil meremas-remas pantatku.

“Keluarin di dalam aja akung biar enak…” bisik mama mesra.

Akhirnya, crott.. Crott.. Crott.. Air maniku keluar di dalam memek mama.

“Mmhh…” desahku. Lalu tubuh kami tergolek lemas berdampingan.

“Terima kasih ya, Ma…” ujar aku sambil mencium bibir mama.

“Lekas berbaju, Papa kamu sebentar lagi balik!” kata mama.

Lalu kamipun segera berbaju. Setengah jam kemususan Papa balik. Mama dan aku bersikap seperti biasa dan terlihat normal.

Malam harinya, sekitar jam 11 malam, ketika mama dan Papa telah tidur, aku dan bude  masih nonton TV. bude  menggunakan kimono. Sesekali aku lihat paha mulusnya ketika kimononya tersingkap. Tapi tidak ada perasaan apa-apa. Karena telah biasa melihat seperti itu.

Tiba-tiba bude desi bertanya sesuatu yang mengejutkan aku,”ngapain kamu tadi sore lama-lama berduaan ama mama kamu di kamar?” tanya bude

“Hayo, ngapain..?” tanya bude lagi sambil tersenyum.

“Tidak ada apa-apa. Aku mijitin mama, kok…” jawabku.

“Kok lama amat. Sampe lebih  satu jam,” tanyanya lagi.

“Curigaan amat sih, bude?” kataku sambil tersenyum.

“bude cuma merasa aneh saja waktu bude denger ada suara-suara yang bagaimanaa gitu…” ujar bude sambil tersenyum.

“Kayak suara yang lagi enak…” ujar bude  lagi.

“Udah ah.. Kok ngocehnya ngaco ah…” ujarku sambil bangun.

“Maaf dong,. bude becanda kok…” ujar bude

“Kamu mau kemana?” tanya bude

“Mau tidur,” jawabku pendek.

“Temenein bude dong, Do,” pinta bude.

Aku kembali duduk dikursi di samping bude

“Ada apa sih bude?” tanyaku.

“Tidak ada apa-apa kok. Hanya butuh temen ngobrol saja,” jawab bude

“Kamu telah mempunyai pacar, Roy?” tanya bude ratna.

“Belum bude. Kenapa?” aku balik bertanya.

“Kamu tuh ganteng, tinggi. Tapi kenapa belum mempunyai pacar?” tanya bude lagi.

“Banyak sih yang ngajak jalan, tapi aku tidak mau,” jawabku.

“Apa kamu pernah kissing dengan perempuan, Do?” tanya bude  slow sambil wajahnya didekatkan ke wajahku.

Bibir kami hampir bersentuhan. Aku tak menjawab.

“Ni bude lagi horny kayaknya…” pikir aku.

Tanpa banyak kata, aku cium bibir bude . bude pun langsung membalas ciumanku dengan hebat. Permainan lidah dan sedotan bibir kami main mainkan.. Sementara tanganku segera masuk ke balik kimono bude . Lalu masuk lagi ke dalam BH-nya. Lalu ku remas-remas toketnya dengan mesra sambil ujung jari aku memainkan puting toketnya.

“Mmhh..”

Suara bude mendesah tertahan karena kami masih tetap saling mencium. Tangan bude pun tidak diam. Tangannya meremas kontolku dari luar celana kolorku. Kontolku langsung tegang.

“Do, pindah ke kamar bude, yuk?” pinta bude .

“Iya bude…” jawabku. Lalu kami segera naik ke loteng ke kamar bude

Setiba di kamar, bude dengan tak sabar segera melepas kimono dan BH serta CD-nya. Akupun segera melepas semua baju di tubuh aku.

“Ayo Do, bude telah gak tahan…” ujar bude sambil senyum, lalu merebahkan badannya di kasur.

Aku segera menindih tubuh telanjang bude Aku cium bibirnya, pindah ke pipi, leher, lalu turun ke toketnya. Aku jilat dan puting toket bude  sambil meremas toket yang satu lagi.

“Ohh.. Mmhh.. Do.. Kamu pinter amat sih.. Mmhh…” desah bude sambil tangannya memegang kepala aku.

Lalu lidahku turun lagi ke perut, lalu ketika mulai turun ke selangkangan, bude ratna segera melebarkan kakinya mengangkang. Memek bude ratna bersih tidak berbau. Bulunya cuma sedikit sehing nampak jelas belahan memeknya yang bagus. Aku segera jilati memek bude ratna terutama bagian kelentitnya.

“Ohh.. Sayang.. Enakkhh.. Mmhh.. Terus akung…” desah bude sambil badannya menggelinjang membatalkan nikmat.

Tak berapa lama tiba-tiba bude  mengepitkan kedua pacuma menjepit kepalaku. Tangannya menekan kepalaku ke memeknya.

“Oh,.. bude keluar.. Nikmat sekali.. Ohh…” desah bude .

Aku bangun, mengusap mulut aku yang basah oleh air memek bude , lalu aku tindih badannya dan kucium bibirnya. bude langsung membalas ciumanku dengan mesra.

“Isep dong kontol Dodo, bude…” pintaku.

bude mengangguk sambil tersenyum. Lalu aku kangkangi wajah bude dan ku sodorkan kontolku ke mulutnya.

bude langsung menjilati kontolku dan mengocok dengan tangannya sambil memejamkan matanya. Sangat enak rasanya. Cara menghjilat dan menjilat kontolnya lebih pintar dari mama.

“Udah bude, Do udah pengen setubuhi bude…” kataku.

bude melepaskan genggamannya, lalu aku arahkan kontol aku ke memeknya.

“Ayo, Do.. bude telah tidak tahan…” bisik bude ratna.

Lalu, bless.. sleb.. sleb.. sleb.. Kontolku keluar masuk memek bude .

“Do kamu pinter menyenangkan perempuan. Kamu pandai memberikan kepuasan…” kata bude ditengah-tengah persetubuhan kami.

“Ah, biasa saja, bude…” ujarku sambil tersenyum lalu ku kecup bibirnya.

Selang beberapa lama, tiba-tiba bude ratna mempercepat gerakannya. Kedua tangannya erat mendekap tubuhku.

“Do, terus setubuhi bude.. Mmhh.. Ohh.. bude mau keluar.. Ohh.. Ohh. Ohh…” desahnya.

Tak lama tubuhnya menggelinjang. Pacuma erat menjepit pinggulku. Sementara akau terus memompa kontolku di memeknya.

“Tente udah keluar, akung…” bisik bude desi.

“Kamu hebat.. Kuat…” ujar bude desi.

“Terus setubuhi bude, dodo.. Puaskan diri kamu…” ujarnya lagi.

Tak lama akupun mulai merasakan kalo aku akan segera klimak. Kupercepat gerakanku.

“dodo mau keluar, bude…” kataku.

“Jangan keluarkan di dalam, akung…” pinta bude desi.

“Cabut dulu…” ujar bude desi.

“Sini bude isepin…” katanya lagi.

Aku cabut kontolku dari memeknya, lalu aku arahkan ke mulutnya. bude desi lalu menjilati kontolku sambil mengocoknya. Tak lama, crott.. crott.. crott.. crott.. Air maniku keluar di dalam mulut bude desi banyak sekali. Aku tekan kontolku lebih dalam ke dalam mulut bude ratna.

bude desi dengan tenang menelan air maniku sambil terus mengocok kontolku. Lalu dia menjilati kontolku untuk membersihkan sisa air mani di kontolku. Sangat nikmat rasanya besetubuh dengan bude desi.

Aku segera berbaju. bude desi juga segera mengenakan kimononya tanpa BH dan CD.

“Kamu hebat, Do.. Kamu bisa memuaskan bude,” ujar bude desi.

“Kalo bude butuh kamu lagi, kamu mau kan?” tanya bude sambil mendekap aku.

“Kapan saja bude mau, Dodo pasti kasih,” kataku sambil mengecup bibirnya.

“Terima kasih, akung,” ujar bude desi.

“Dodo kembali ke kamar ya, bude? Mau tidur,” kataku.

“Iya, sana tidur,” katanya sambil meremas kontolku mesra. Kukecup bibirnya sekali lagi, lalu aku segera keluar.

Besoknya, setelah Papa berangkat ke kantor, mama duduk di sampingku waktu aku makan.

“Do, semalam kamu ngapain di kamar bude ratna sampe subuh?” tanya mama mengejutkanku.

Aku terdiam tak bisa berkata apa-apa. Aku sangat takut dimarahi mama. Mama tersenyum.

Sambil mencium pipiku, mama berkata,”Jangan sampai yang lain tahu ya, do. Mama akan jaga rahasia kalian. Kamu suka bude kamu itu ya?” tanya mama. Plong rasanya perasaanku mendengarnya.

“Iya, Ma.. dodo suka bude desi,” jawabku.

“Baiklah, mama akan pura-pura tidak tahu tentang kalian…” ujar mama.

“Kalian hati-hatilah…” ujar mama lagi.

“Kenapa mama tidak marah,” tanya aku.

“Karena mama pikir kamu telah dewasa. Bebas melakukan apapun asal mau tanggung jawab,” ujar mama.

“Terima kasih ya, Ma…” kataku.

“Do akung mama,” kataku lagi.

“Do, bude dan Papa kamu lagi keluar.. Mau bantu mama gak?” tanya mama.

“Bantu apa, Ma?” aku balik tanya.

“Mama ingin…” ujar mama sambil mengusap kontolku.

“dodo akan lakukan apapun buat mama…” kataku. Mama tersenyum.

“Mama tunggu di kamar ya?” kata mama. Aku mengangguk..

Sejak detik itu hingga detik ini aku kawin dan mempunyai 2 anak, aku tetap bersetubuh dengan bude desi kalau ada kesempatan. Walau telah agak berumur tapi nafsunya dan kemolekan tubuhnya masih tetap menherik.

Baik itu di rumah bude desi kalau tidak ada Om, di rumah aku sendiri, ataupun di panasel.

Silahkan dengan mama, aku telah mulai jarang menyetubuhinya atas permintaan mama sendiri dengan alasan tertentu tentunya. Dalam satu bulan cuma 2 kali.

 

Updated: 2 Mei 2018 — 04:40

ALEXA RANK WITH LINK

ANGKATOTO © 2018 Frontier Theme
%d blogger menyukai ini: