Daftar Situs Togel Online terpercaya

Kumpulan situs togel online terpercaya , Live draw Togel

BANDAR TOGEL ONLINE TERPERCAYA


SELAMAT DATANG DI KOMUNITAS PECINTA TOGEL ONLINE

Di Website Angkatoto.net ini, Semua pecinta Togel online dapat saling berbagi untuk informasi Bandar Online, Informasi Promo dan juga bersama sama mencari solusi untuk melakukan Betting Online di Bandar yang terpercaya. Semuanya bebas saling berbagi

Setiap Informasi yang dibagikan akan menjadi masukkan yang bermanfaat bagi Pemain pemain lainnya. Situs Angkatoto.net ini dibuka 24 jam dan dipantau oleh Moderator yang Netral.

"CONTACT US BBM : D8B9F786
alterntif text
" BANDAR TERPERCAYA "
alterntif text
alterntif text
"BANDAR TERBESAR"
alterntif text
alterntif text
"BANDAR AMAN DAN TERPERCAYA "
alterntif text
alterntif text

 

Pos-pos Terbaru

HARI NATAL YANG INDAH

 

 

Pertama-tama saya ingin memperkenalkan namaku sebagai ANTO dan kisah tak terlupakan ini terjadi pada hari ini dimana umat kristiani sedang ramai menyiapkan untuk hari natal keesokan harinya tetapi aku mencoba merayakan natal dengan caraku sendiri bersama kekasihku Ina dan teman baikku yang bernama Tris di malam natal 2000.

Waktu bertemu Ina memakai pakaian blouse kaos ketat you can see dan panjangnya sampai tengah pahanya sehingga paha putih mulus akan terlihat jelas, blouse berwarna hitam putih berbahan tipis dan di bagian atas model tali terkait ke bahunya.

Blousenya itu mencetak jelas body dan buah dadanya yang berukuran 36B dan dari bokongnya yang nungging terbentuk bulatan penuh menyerupai gunung kembar terlihat celana dalam kecil dan tipis tercetak di blouse bagian belakangnya, paha putih mulusnya jika selagi duduk terlihat celana dalam tipisnya yang berwarna hitam sungguh seksi malam ini.

Tris tersenyum senang ketika bertemu apalagi melihat Novi terlihat seksi kulihat dia beberapa kali mencuri pandang ke Ina dan ketika kami bertiga berjalan dengan mobil dia beberapa kali berbicara dengan Ina sambil membalikkan tubuhnya ke belakang karena Ina duduk di belakang sementara aku terus menyetir mobil menuju ke karaoke di bilangan Harmoni.

Kita memang ingin santai terutama aku karena untuk melepas stress akibat pekerjaan, bernyanyi dan tertawa di ruang tertutup tentu lebih enak dan puas. Memang betul, dicoba saja walaupun suara anda pas-pasan atau fals, tidak usah anda pikirkan karena semua teman anda tahu bahwa anda bernyanyi dan menikmati suasana untuk melepas beban kerjaan, teriak-teriak saja boleh kok! asal teman anda jangan pada budeg saja jadinya.

Kami bertiga masuk keruangan VIP room di VIP ini ada kursi mebel yang panjang berbentuk huruf U kamar tidur tersendiri dan kamar mandi dalam lengkap. Setelah memesan makanan dengan satu picher bir dan nasi goreng berikut kentang goreng plus kacang mede, kami bernyanyi bersama dan kadang sendiri diselang-seling dengan dansa bertiga dan joged berdua pokoknya semua happy.

Setelah tuntas makan dan minum kembali bernyanyi setelah melihat suasana telah menghangat aku melihat antara Tris dan Ina adanya perasaan ingin berbincang tanpa adanya aku, maka aku mengambil inisiatif untuk ke bawah, bilangnya untuk mengambil rokok, padahal tinggal pesan saja ke kamar rokok dapat di antar ke kamar.

Bagaimanapun juga peristiwa yang lalu sudah berlangsung cukup lama sehingga mereka agak cukup riskan juga untuk lebih mengakrabkan suasana yang ada. Ini terlihat ketika beberapa kali Tris berusaha lebih mendekatkan diri ke Ina dengan posisi duduk Ina di antara kami berdua terlihat.

Tris kadang dengan ragu meletakkan tangannya di pundak Ina apabila Ina merebahkan badannya ke sofa, kadang dengan pura-pura bercanda tangannya diletakkan di paha Ina dan Ina juga terlihat canggung, kadang mencubit paha Tris kadang merebahkan kepala dan badannya ke pundak Tris dan kepadaku juga dia melakukan hal itu. Akhirnya, “Aku ke bawah dulu ya… mau ambil rokok di mobil.

” kataku. Kulihat Tris tersenyum, “Saya kalau bisa Marlboro…” kata Tris. Novi hanya tersenyum, “Yaa sudah saya cariin deh kalau ada warung rokok di seberang jalan,” kataku memberi kesempatan ke mereka berdua untuk waktu yang agak memungkinkan mereka lebih mengakrabkan suasana yang ada karena bagaimanapun Ina adalah kekasihku dan Tris adalah teman baikku yang sudah kuanggap sebagai saudaraku sendiri.

Aku keluar ruangan dan segera mengambil rokok di mobil dan segera naik kembali ke atas. Aku sengaja tidak masuk ke dalam ruangan, tapi karena kulihat pintunya yang sebagian tengahnya dari kaca gelap maka aku dapat melihat ke dalam. Aku ingin tahu apa mereka telah akrab kembali? Kebetulan di lantai atas suasananya sepi dan dari luar kaca itu aku dapat melihat ke dalam, karena di dalam ruangan itu lampunya dalam keadaan hidup sementara di luar dalam keadaan gelap.

Biasanya di dalam dimatikan dan hanya diterangi dari cahaya TV yang menyala. Kulihat ternyata posisi Tris telah berubah sekarang. Mereka terlihat sedang saling berpelukan mesra. Kulihat tangan Ina melingkar ke belakang leher Tris, sementara tangan Tris juga memeluk pinggang Ina. Tris sedang mencium bibir Ina dan ternyata Ina membalas dengan menengadahkan kepalanya ke atas.

Mereka saling melumat, terlihat dari gerakan kepala Tris dan Ina yang saling berpindah posisi miring kiri dan kanan dengan penuh emosi mereka berdua tengah saling mempermainkan lidahnya. Setelah cukup lama maka tangan Tris mulai merayapi lekuk lekuk tubuh Ina.

Kadang tangannya meremas bongkahan bokong Ina dan perlahan merayap ke atas dan sampai ke gundukan bukit buah dada Ina dan dengan remasan perlahan tapak tangannya lalu membuat gerakan meremas dan memutar seperti memijat.

Ketika INA menengadahkan kepalanya ke samping segera Tris menundukan kepalanya ke gundukan buah dada Ina dan melakukan gerakan mencium buah dadanya dari luar blouse sambil menciumi dada Ina. Dari luar, tangan Tris menarik tali di pundak kiri Ina lalu menarik tali itu ke bawah melewati tangannya karena dia tidak memakai BH.

Maka tersembulah buah dadanya bagian kiri dengan daging yang putih mulus dengan putingnya yang telah mengeras di muka Tris. Dengan perlahan lidah Tris menyapu gundukan bukit buah dada Ina dan kadang menghisap perlahan puting Ina.

Kulihat Ina memejamkan matanya dan mulutnya terbuka. Aku tidak dapat sama sekali mendengar erangan dan desahan Ina karena ruangan itu kedap suara dan juga adanya suara lagu-lagu yang terus berputar di ruangan itu. Tapi itu tidak menghalangi keinginanku untuk terus melihat dari luar tanpa berusaha untuk masuk ke dalam kamar karena aku sudah berjanji kepada Tris bahwa aku akan membagi semua milikku kepadanya termasuk kekasihku dan aku akan ceritakan di lain kesempatan bagaimana Tris juga memberikan adiknya kepadaku.

Ina telah birahi, dia menggelinjangkan badannya ketika Tris terus menghisap putingnya. Sementara tangan kanannya mengangkat pinggul Ina ke atas dan Ina dengan pasrah mengikuti gerakan tangan Tris yang mengangkat blouse ketat Ina ke atas. Blouse itu berhenti di atas pinggulnya sehingga sebagian pinggulnya yang putih mulus itu telah berada di dalam genggaman tangan Tris

Tangan itu terus mengusap dan membelai paha jenjang, sementara celana dalam hitam Ina yang tipis terlihat jelas dan gundukan daging liang kemaluannya tercetak di kain penutup celananya juga terlihat remang-remang bulu-bulu kemaluannya keluar dari atas celana dalam mini Ina.

Tangan Tris yang kiri kulihat membuka reitsleting celana jeansnya dan kulihat tangannya mengeluarkan kejantanannya yang ternyata telah menegang dan besar lalu mengarahkan tangan Ina untuk memegang batang kejantanannya.

Ina dengan perlahan memegang batang kemaluan tersebut, dan secara perlahan lama kelamaan mulai mengurut batangan itu ke atas ke bawah dan mereka berdua terus memberikan rangsangan kepada lawannya masing-masing. Tangan Tris kadang meremas bongkahan pantat Ina dan meremas pinggul Ina.

Sementara Ina tangannya terus mengurut batang kemaluannya ke atas ke bawah. Cukup lama mereka melakukan hal itu. Kurasa mereka berdua saling mendesah dan mengerang terlihat dari gerakan bibir dan mulut Tris dan Ina yang kadang terbuka dan tertutup.

Kadang mereka saling bicara diselingi ciuman mesra layaknya orang bercumbu penasaran dan cemburu pasti ada pada diriku tapi dorongan untuk melihat tindakan mereka berdua lebih kuat di otakku saat ini. Blouse Ina, tali dipundaknya telah terlepas kedua-duanya ke bawah sehingga blouse tersebut kini terlipat di tengah badan Ina, bibir dan lidah Tris berganti-ganti mengisap dan melumat bukit dada Ina kiri dan kanan membuatnya mengerang dan menggelinjang badannya.

Kulihat Tris berkata sesuatu ke Ina dan tangan Tris mengangkat Ina ke pangkuannya kulihat Tris duduk menyandarkan badannya ke belakang. Sementara Ina duduk di pangkuan Tris, dengan mesranya tangan Tris meremas bongkahan pantat Ina sementara mulut mereka berdua saling lumat saling bermain lidah dan kadang tangan Tris keduanya meremas kedua bukit dada Ina dan Ina pun karena terangsang mulai menggerakkan perlahan pinggulnya maju mundur.

Rupanya batang kemaluan Tris tengah digesek-gesekkan ke belahan kemaluan Ina walaupu Ina tetap memakai celana mininya yang tipis, tapi aku yakin Ina merasakan gesekan batang kemaluan Tris di belahan kemaluannya.

Tak kumengerti kenapa Tris tidak melepas celana dalam Ina yang tipis dan kecil itu padahal tinggal menarik atau menggeser sedikit tutup kain tipis kecil penutup belahan kemaluan Ina, maka liang kemaluan Ina akan terbuka di hadapannya dan tentu batang kemaluan besar itu dapat menerobos belahan liang kemaluannya.

Hanya terlihat tangan Tris masuk ke dalam celana Ina di bagian pantat dan hanya dengan menggeser kain tipis pada pantat Ina. Jemari Tris dengan leluasa meremas bongkahan pantat Ina.

Saya hanya bermasturbasi ria sambil menonton atraksi yang menggairahkan itu. Ina terus bergerak di pangkuan Tris, kedua tangannya merangkul leher Tris sehingga bukit buah dada Ina tepat berada di muka Tris. Sementara gerakan pantatnya maju mundur memberikan gesekan pada belahan kemaluannya kadang kepalanya tertunduk dan membuat bukit dadanya menekan muka Tris saat itu Tris memberikan sapuan pada bukit tersebut dengan lidahnya.

Pada saat kepalanya terlempar ke belakang, Tris meremas buah dada itu dengan tangan kanannya melakukan gerakan memuntir perlahan puting Ina. Sementara tangan kirinya menyelinap ke belakang bongkahan bokong Ina dan membantu menggerakkan pinggul Ina maju mundur berirama kadang cepat kadang dengan gerakan lembut.

Lidah dan mulutnya tak kalah sibuk terus melumat dan menjilati sekujur dada, leher dan muka Ina seperti mandi kucing. Kurang lebih lima belas menit mereka berdua bergerak seperti penari erotis dan akhirnya Ina sepertinya telah ejakulasi dengan keluar air kenikmatannya, terlihat dari gerakannya yang perlahan dan lemas dibahu Tris.

Tris berbisik dan lalu merebahkan Ina ke kursi panjang itu dengan posisi tetap seperti dalam pangkuan. Maka ketika direbahkan ke kursi posisi Ina dalam keadaan tertindih dengan kakinya yang tetap mengangkang lebar. Sementara kedua paha Tris berada di antara paha Novi.

Batang kemaluan Tris dalam keadaan menegang tetap berada di belahan kemaluan Ina yang ditutupi celana mini tipis itu. Tangan Novi memeluk leher Tris dan bibir mereka kembali saling berpagutan dan terlihat mereka berdua saling bermain lidah. Sementara tangan Tris tak lepas dari meremas dan membelai bukit buah dada Ina. Lalu Tris berkata sesuatu ke Ina dan kulihat Ina menggelengkan kepalanya. Yak lama kemudian Tris perlahan mulai menggerakkan pinggulnya naik turun. Kulihat gerakan itu teratur bergerak naik turun dan kadang menekan. Sementara Ina menengadahkan kepalanya ke atas.

Aku tidak tahu apa mereka bersenggama atau hanya eges-eges (gesek gesek) tapi celana dalam Ina tetap berada pada tempatnya. Kalau melihat gerakan mereka persis seperti orang bersenggama tapi kok celana itu? Tris terus bergerak maju mundur membuatku penasaran dan batang kemaluanku tegang sendiri.

Memikirkan itu aku panik juga bagaimanapun dia itu adalah cewekku tapi ini kami lakukan hanya untuk untuk membuat dia senang dan mengisi kekosongan di dalam suasana yang BT. Untuk itu aku harus memastikannya aku segera membuka pintu perlahan, tapi ternyata mereka berdua tidak mengetahuinya, pasti karena suara lagu yang diputar cukup keras sehingga mereka tidak tahu dan menyadari adanya kehadiranku di belakangnya.

Dengan berdiri di belakang mereka aku dapat melihat jelas Tris posisinya dengan bersandarkan pada kedua sikunya sehingga tubuhnya tidak menghimpit badan Ina tapi buah dada Ina tetap saling berhimpitan dengan dadanya. Sedangkan bagian bokong Tris terus melakukan gerakan memajukan dan menarik pantatnya.

Kulihat Ina mengerang dan mendesah perlahan, tapi aku tidak dapat melihat apakah celana dalam Ina digeser kain penutup depan bagian liang kemaluannya atau tidak karena terhalang oleh body Tris yang tinggi besar, dan memang celana itu tetap berada di tempatnya hanya merosot sedikit ke bawah.

Terlihat tali celana itu tidak lagi berada di pinggangnya tapi telah berada di pinggul. Penasaran melihat mereka akhirnya aku merasa yakin mereka hanya gesek- gesek, maka aku rebahan di kamar tidur kurang lebih sepuluh menit aku rebahan menenangkan diri.

Ketika telah tenang otakku akhirnya kupanggil Ina ke dalam, “Ina…” kataku. Tak ada jawaban , “v…” kataku lagi. “Yaa…” kata Novi menjawab.

Aku rasa dia berdua kaget kalau aku ternyata telah di dalam. Ina ke dalam dan tersenyum malu dengan wajah merah. “Kenapa sayang…” kata Ina sambil memelukku. “Kamu tadi ngapain…” kataku menyelidik sambil memandangnya gemas. “Kamu kan lihat sendiri…” kata Ina.

“Kamu tidur sini…” kataku menarik dia rebahan di tempat tidur. Tanpa buang waktu ketika dia belum rebahan kulepas baju kaosnya sehingga tinggal celana dalam mininya. Perlahan kujilati buah dadanya, terasa wangi permen menthol. Memang di depan disediakan permen, tapi terus saja kulumat putingnya.

Dia mengerang dan rupanya dia tidak sabar, segera menarik kaosku ke atas serta segera melepaskan celana panjang dan celana dalamku. Rupanya pemanasan yang dilakukan tadi di luar bersama Tris terlalu lama membuatnya sudah ingin untuk bersenggama. Kejantananku yang sudah menegang segera dipegangnya lalu dihisap dan dilumat ke dalam mulutnya.

Kurasa dia begitu terangsang birahinya karena dalam melumat batang kemaluanku semua ditelannya sampai mentok di tenggorokannya. Kadang bijiku dihisap dan lidahnya bermain di sekujur batang kemaluanku sampai ke buah zakarku dijilatinya. Lidahnya terus bermain-main di ujung kepala kemaluanku dan menggeser-geser belahan lubang kencing kemaluanku. Rasanya… “Uuufff aakkhhh…” desahku.

“Gila banget! Kamu sudah konackhh ya.. Ginnn…” erangku keenakan dan terasa geli kadang meriang (coba saja hal itu dengan pasangan anda pasti meriang itu badan). Gila juga Ina kalau sudah panas dia seperti orang di padang pasir. Habis semua kemaluanku dilumatnya, sementara kulihat dicelananya ada gumpalan cairan membasahi kain celana penutup belahan kemaluannya, seperti bulatan. Rupanya dia sudah banjir dari tadi atau bekas air mani Tris? Penasaran aku tanya dia, “Kamuuu tadi gituan yaaa…?” tanyaku penasaran.

“Emmmhh… emmhhhff…” dia tidak menjawab hanya terus melumat batang kemaluanku lebih kuat lagi. Digigitnya kepala kemaluanku pelan dan gemas, “Akkhhh… gilaaa kamuuu…” kataku. B

atang kemaluanku mengeras kuat seperti besi balok. Kubiarkan dia memuaskan hasratnya melumat habis kejantananku dari ujung sampai pangkalnya. Momen ini kunikmati dan segera kubuka celana dalamnya, ternyata kemaluannya telah basah dan lembab. Saat kubelai belahannya masih terasa rapat, jadi mungkin dia belum sampai sejauh itu, pikirku.

“Kamu di atas Ina…” kataku menarik badannya ke atas menduduki pinggangku. Perlahan dengan tangannya yang menggenggam batang kemaluanku mulai diarahkannya ke lubang kemaluannya. Kepala kemaluanku perlahan ditekan dengan bibir kemaluannya dan perlahan membelah bibir kemaluannya yang telah basah membuat lebih mudah kepala batang kemaluan itu menyusup belahannya.

Terus Ina menekan ke bawah pinggulnya dan, “Akhhh…” erang Ina. “Enaaakkk… aduuhhh pelan-pelan, enakkk…” desahnya. “Uufff… yaa enaakk…” desahku keenakan. Pelan-pelan batang kemaluanku makin lama makin tenggelam ke dalam liang kemaluannya. “Akkkh… masuuukkk… ookkhh kontolllu… akkkggg… ennnakkkk…” erang Gina terpejam.

“Gilaaa… liang kemaluan kamuuu… masih rapat Ginnn…” kataku sambil menghentakkan pinggulku ke atas dan menariknya ke bawah perlahan seperti slow motion berulang kali. Setelah sepuluh kali dengan gerakan itu, terasa telah dengan bebas dan mantap terkendali kemaluanku menyodoknya. Lama kemudian gerakan batang kemaluanku makin mantap menyodok liang kemaluan ina.

Dengan sepenuh tenaga kugerakkan pinggulku naik turun tanpa henti sebanyak dua puluh kali membuat Ina berteriak sambil matanya terpejam histeris, “Aaakk.. akhhh.. akkkhh… oohhkkk… aahhh.. uufff… aduhhhh… giilllaa… aahhh… aadduuhh…” terengah Ina.

Sangat bergairah dia dengan gerakanku membuatnya membalas gerakanku dengan hentakan kasar. Ina segera menghentakkan pinggulnya cepat kadang dia melakukan gerakan memutarkan pinggulnya sehingga terdengar bunyi “Brreeoott… brreettt… brreeeoott…” Rupanya telah banjir sekali di dalam liang kemaluannya tapi dinding kemaluannya tetap menjepit batang kemaluanku. “Luar biasa, gila kamuuu hot Ina…” kataku.

“Gue mauuu yang kuattt… yang kuattt nekannya ahhkkk.. yang panjang kontolnyaa… akkkhh terusss ngentotin kontolnya… akkgg…” erang Ina histeris. Kurasa Tris juga mendengar erangan Ina karena pintu kamar tidak kututup ketika Ina masuk tapi biar saja dia terangsang, pikirku.

Selang lima belas menit ternyata gerakannya makin panas saja. Habis sudah kemaluanku dihisap ditarik di dalam liang kemaluannya. Sementara badannya telah keringatan, “Aahh… aaahhkkk… uufff… ennaakk…” desah kami berdua. Kadang aku sengaja mengangkat pantatku tinggi-tinggi dan dia menekan kemaluannya makin ke bawah terus pinggulnya berputar-putar sehingga terdengar bunyi “Breeet brett brrett…” Terasa panas di sekitar batang kemaluanku.

Kuat juga aku telah dua puluh menit dengan gerakan yang membuat keringat membanjir tapi sampai saat ini belum terasa juga kalau air maniku akan keluar. Biasanya yaaa dengan gerakan yang seperti biasa paling lama sepuluh menit keluar air maniku. Mungkin karena aku ingin membuktikan bahwa aku juga bisa kuat dari teman baikku.

Yang jelas batang kemaluanku dalam keadan stabil menegang terus dan gerakanku tidak berubah. Kadang lembut dengan hentakan yang kuat dan kasar dengan gerakan memutar dan mengocokkan batang kemaluanku terasa seperti membor lubang kemaluannya dan ternyata Ina menyukai gerakan dan hentakan yang kulakukan.

“Giiilaaa.. kamu kuat sekali… tumben tuh… oohh gue puaasss…” desah Ina keenakan dengan tersenyum puas. “Ya sudah lama ya Ina, nggak beginii…” desahku. Karena tidak keluar-keluar juga ini air mani, akhirnya kami kecapaian sendiri. Dalam keadaan terengah-engah keenakan kami berhenti sebentar. Akhirnya aku tanya ke dia, “Bagaimana kalau kita istirahat dulu Ina..” ternyata dia mengangguk setuju dengan muka memerah dan keringat di dahinya menetes. Aku usul lagi,

“Kita keluar yukk… Ina.. kasihan Tris… sendiri di luar,” kataku. Tanpa bertanya lagi Ina lalu melepas segera batang kemaluanku dari lubang kemaluannya. Rupanya dia juga belum tuntas dan keluar dari kamar berjalan dengan telanjang bulat. Dia keluar sendiri, sementara aku menjadi bengong. Ternyata Ina tanpa bertanya lagi keluar kamar dalam keadaan badan telanjang bulat.

Gillaa! sudah konak dia rupanya. Beraninya dia telanjang bulat menemui Tris di ruang depan. Aku tersentak, segera ke kamar mandi mencuci kemaluanku yang telah basah oleh karena air kenikmatan dari liang kemaluan Ina. Di kamar mandi aku berpikir ngapain Ina di luar bersama Tris, tentunya Tris terkejut dengan kehadiran Ina yang telanjang bulat di hadapannya. Setelah cukup lama di kamar mandi membersihkan diri sekitar kemaluanku. Perlahan aku keluar kamar dan berdiri di pintu. Kulihat sesuatu yang telah membuat aku terkejut. Gila! aku jadi terangsang sendiri melihatnya.

Ina ternyata dalam posisi yang sangat seksi sekali. Mungkin Novi Ina tinggi birahinya. Sepertinya telah terangsang penuh birahinya dan tanpa malu dan ragu lagi dia dalam posisi menungging. Dalam posisi menungging di atas kursi dalam keadaan telanjang bulat. Terlihat tubuh putih mulusnya dengan lekuk tubuhnya, bokongnya putih mulus dan pinggul yang cukup besar pinggangnya yang ramping.

Bokongnya yang tinggi ke atas dan buah dadanya menjuntai keras membentuk bulatan dengan putingnya yang telah mengeras, rambutnya yang hitam dan panjang lurus sebagian tergerai kesampingnya, sebagian lagi menutupi pundaknya yang halus dengan bulu-bulu halus di sekitar pundaknya menambah seksi posisinya. Sementara tangan kiri Tris mengusap dan membelai serta kadang meremas bongkahan pantat Novi yang sedang menungging itu. Tangan kanan itu meremas buah dada Ina dengan remasan perlahan dengan jemari menjepit puting Ina.

Tris telah menarik celananya sendiri berikut celana dalamnya ke bawah di antara lututnya. Batang kemaluannya terlihat menegang keras dan besar dengan bulu-bulu kemaluan yang berwarna hitam. Sedangkan kepala kemaluannya berwarna merah dengan diameter ukuran botol Aqua 600 ml.

Ukuran batangnya panjang 23 cm, diameter batangnya 6 cm. Terlihat kepala kemaluannya tengah dicium-cium oleh bibir Ina. Ina ternyata sedang asyik menciumi kepala batang kemaluan dan belahan air kencingnya. Dengan posisi menungging, dalam keadaan telanjang bulat, perlahan-lahan mulut itu menelan kepala dan batang kemaluan itu. Hampir tidak muat mulut Ina menelan kepala itu.

Mulutnya harus membuka selebar-lebarnya dahulu baru dapat mengulum batang kemaluan Tris. Perlahan dan tak lama kemudian terlihat kepala Ina naik turun ke atas ke bawah dan kadang lidahnya menjilati batang kemaluan Tris yang besar.

“Aahh Gooddhhh…” desah Tris terpejam keenakan. Sementara Ina hanya mengerang karena tangan Tris terus memberi remasan di sekitar kemaluannya. Terlihat tangan kiri Tris menyusup dari bawah badan Ina dan berhenti jemarinya ketika berada di belahan selangkangan paha Ina. Jarinya bergerak membelai belahan kemaluan Ina yang telah basah. Setelah kurang lebih lima menit menyaksikan adegan yang mendebarkan jantung, perasaanku berdebar kencang karena terangsang.

Aku benar tidak sabar melihat adengan itu lagi .

 

Updated: 4 Mei 2018 — 05:13

ALEXA RANK WITH LINK

ANGKATOTO © 2018 Frontier Theme
%d blogger menyukai ini: